Notification

×

WEBINAR

INDEKS BERITA

Tag Terpopuler

Dampak Penutupan Tambang Galian C Pakis: Puluhan Warga Sidomukti Menganggur, Tokoh Masyarakat Minta Segera Dibuka Kembali

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB Last Updated 2026-05-24T01:43:32Z


KENDAL, WELERI – Puluhan warga Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, kini dirundung kecemasan. Pascapenutupan aktivitas tambang Galian C di lokasi Pakis beberapa hari lalu, sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) yang menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut terpaksa kehilangan mata pencaharian.


Saat ditemui awak media pada Sabtu (23/05/2026), warga menyampaikan harapan besar agar pihak pemilik tambang dapat segera membuka kembali aktivitas operasional seperti sediakala demi menyambung roda perekonomian mereka.




Menanggapi keluhan warga, perwakilan dari pihak pemilik tambang, Agus Salim, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas situasi yang terjadi. Ia membeberkan bahwa penutupan tambang tersebut merupakan langkah antisipasi menyusul adanya aksi demonstrasi. Namun, setelah ditelusuri, aksi tersebut diduga kuat digerakkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


 "Saya sebenarnya sangat prihatin dengan terjadinya penutupan ini. Kemarin ada oknum yang mengaku warga Sidomukti bersama beberapa orang melakukan demo, sehingga pemilik tambang mengantisipasi dengan melakukan penutupan. Namun, setelah dikroscek kembali, yang demo hanya beberapa orang dan ternyata mereka bukan warga setempat," ungkap Agus Salim kepada wartawan, Sabtu (23/05/2026).




Dampak sosial dari penutupan ini juga mendapat sorotan tajam dari Muhaliem, selaku tokoh masyarakat sekaligus Ketua Lembaga di wilayah Desa Sidomukti. Ia sangat menyayangkan tindakan sepihak dari oknum-oknum yang tidak memikirkan nasib perut warga kecil.


"Kami sangat menyayangkan adanya oknum yang tidak berpikir panjang. Penutupan tambang ini langsung memicu masalah baru, yaitu pengangguran. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa beroperasi, dampaknya akan sangat tidak baik bagi situasi sosial dan ekonomi masyarakat di sini," tegas Muhaliem.




Mewakili jeritan hati 50 KK yang terdampak, Muhaliem berharap ada kebijaksanaan dari pihak pemilik tambang serta Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait.


Masyarakat meminta agar proses perizinan tambang Galian C ini dapat dibantu dan dipermudah. Sembari proses administrasi dan perizinan tersebut berjalan, warga sangat berharap aktivitas tambang di lokasi Pakis diizinkan beroperasi kembali agar dapur warga tetap bisa mengepul.


Sampai berita ini diturunkan, perwakilan warga dan tokoh masyarakat terus berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak agar aspirasi mereka untuk kembali bekerja dapat segera terwujud. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update